May 9th, 2013
May 1st, 2013
April 9th, 2013
Pohon dan aku

Pohon dan aku

April 3rd, 2013
boscha’ers

boscha’ers

April 2nd, 2013
#iseng#sonyxperia#edit#couple

#iseng#sonyxperia#edit#couple

lembang trip @ floating market. #amazingholiday

lembang trip @ floating market. #amazingholiday

lembang trip @de ranch. #amazingholiday

Sweety Sabrina

February 27th, 2013

menulis, pengalaman #celotehmemorimasalalu

Menulis memang bukan pekerjaan yang sulit untuk dikerjakan. Tetapi, ada satu bagian penting yang tidak boleh kita lewatkan saat menulis yaitu bagaimana ide dan pesan yang disampaikan itu dapat tersalurkan dengan baik. Setiap orang bisa menulis. Tetapi, apakah setiap orang dapat menulis dengan baik?. Pengalaman menulisku tidak terlalu mulus dalam perjalanan sejarahnya. Pertama kali aku benar-benar merasakan menulis adalah pada saat kuliah. Mungkin beberapa orang akan berpendapat ‘ironis sekali anak ini baru merasakan nikmatnya menulis’ atau ‘ngapain saja di sekolah kalau tidak pernah menulis?’. Aku termasuk anak yang penurut, jarang keluar rumah, pendiam, suka melamun dan (lumayan) rajin. Apa yang aku pelajari di sekolah? cekokan-cekokan ilmu yang aku sendiri tidak tahu fungsinya. Teori-teori yang sudah berabad-abad umurnya. Meskipun begitu, aku tetap mempelajarinya dengan hafalan yang baik demi nilai yang bagus.

Sekolah-sekolah swasta di Medan memang tidak menitikberatkan muridnya untuk menulis. (sekolah negeri mungkin ada). Salah satu sebabnya mungkin karena penjurusan yang aku ambil adalah ilmu alam. Sebab kedua adalah lingkungan sekolah yang didominasi oleh etnis tionghoa. Murid ilmu alam (IPA) di sekolahku difokuskan pada pelajaran fisika, kimia, matematika dan bahasa inggris. Sedangkan pelajaran seperti sejarah dan geografi hanya sekedar dipelajari begitu saja. Maksudnya, bukan menjadi priotitas ilmu yang harus dipahami apalagi oleh anak IPA.

Tugas menulis pertamaku adalah membuat paper untuk mata kuliah tertentu (aku lupa mata kuliah apa). Dengan bahasa yang acak kadut dan kosakata yang sedikit, aku berusaha menyelesaikan dengan baik tugas tersebut. Karena sering membuat paper, perlahan kemampuan menulisku terasah (meski belum bagus sekali). Kemudian aku baru tahu bahwa membaca sangat membantu kita untuk memperkaya kosakata. Menulis sebenarnya menyenangkan. Menulis membuat kita berpikir. Menulis membuat pikiran kita lebih terbuka. Terkadang aku sangat sedih dengan kondisi sekolah swasta di medan yang notabene muridnya tionghoa. Mengapa guru di sekolah tersebut tidak membantu murid dalam hal menulis? Mengapa menulis dianggap remeh?. Sekolah perlu dibenahi terutama guru. Aku berharap suatu hari sekolah di Medan bisa lebih baik. Tidak semata memproduksi muridnya untuk menjadi seorang robot.

Semoga…

February 17th, 2013
Kamu!
Naya on action

Kamu!
Naya on action

February 3rd, 2013
Catatan edukasi ‘matematika’ annisa putri

Catatan edukasi ‘matematika’ annisa putri

My dream

My dream